Majelis Ta’lim KKST Boven Digoel Gelar Pengajian Perdana

Berita42 Dilihat
Advertisements

BOVEN DIGOEL, KABARDIGOEL.COM – Majelis Ta’lim Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kabupaten Boven Digoel menggelar pengajian di kediaman Ketua terpilih KKST Haji Sadarudin, kawasan Pelabuhan Lama, Kota Tanah Merah, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan yang dikoordinasikan Ketua Bidang 3 KKST Kabupaten Boven Digoel, La Gani, tersebut dihadiri para penasihat KKST, Ketua terpilih Haji Sadarudin, Wakil Ketua III La Abdul Halim, Bendahara Abdul Kadir, Ketua Bidang 4 M. Hidayat, Ketua Bidang 6 La Asi Buton, SH, sejumlah pengurus, ibu-ibu pengajian Al-Maidah, serta warga KKST di Kota Tanah Merah.

La Gani menjelaskan, kegiatan keagamaan menjadi salah satu dari delapan program yang telah direncanakan untuk dilaksanakan secara bertahap oleh Bidang 3 KKST, yang mencakup adat, budaya, pelestarian tradisi Sulawesi Tenggara, dan urusan keagamaan.

Menurutnya, kegiatan pengajian menjadi agenda yang didahulukan dengan tujuan mempererat silaturahmi serta menyatukan hati para pengurus dan warga KKST.

“Yang kami laksanakan terlebih dahulu adalah kegiatan keagamaan. Ini dimaksudkan untuk menyatukan hati para pengurus dan warga KKST sehingga kegiatan-kegiatan lainnya ke depan dapat berjalan dengan lancar,” ujar La Gani.

Selain bidang keagamaan, La Gani mengatakan KKST juga akan memberikan perhatian terhadap potensi sumber daya manusia (SDM), seni, adat, dan budaya yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Ia menyebut Sulawesi Tenggara memiliki keragaman budaya dan tradisi yang dapat menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan KKST di Kabupaten Boven Digoel.

Karena itu, pihaknya berencana melakukan pemetaan dan seleksi terhadap potensi SDM yang memiliki kemampuan di bidang seni dan budaya.

“Banyak ragam budaya di Sulawesi Tenggara. Kami akan melihat potensi SDM yang dapat mengangkat dan mengelola bakat serta seni budaya KKST untuk dikembangkan. Ini merupakan aset yang perlu dikelola dengan baik agar dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Boven Digoel,” katanya.

La Gani menambahkan, masyarakat dari masing-masing daerah di Sulawesi Tenggara pada dasarnya telah memahami budaya dan tradisi adat yang dimiliki daerahnya.

Salah satu contoh, kata dia, terlihat dalam pelaksanaan pemilihan Ketua KKST pada 12 September 2026 lalu, ketika ditampilkan seni bela diri tradisional Manca, yang di sejumlah daerah Sulawesi Tenggara dikenal pula dengan sebutan Balaba.

Menurut La Gani, seni bela diri tradisional tersebut memiliki ciri khas yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya di Sulawesi Tenggara.

“Tradisi ini perlu diangkat kembali karena merupakan seni dan kaidah-kaidah bela diri yang diwariskan para leluhur sejak ratusan tahun lalu,” ujarnya.

Pengajian Majelis Ta’lim KKST diawali dengan pembacaan Sholawat Badar dan Sholawat Ya Robbi yang dipimpin Ibu Wa Ani.

Selanjutnya, jamaah membacakan Sholawat Asyghil yang dipimpin Ibu Nirmayana. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang disampaikan La Gani.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan silaturahmi dan kebersamaan warga KKST di Kabupaten Boven Digoel melalui kegiatan keagamaan.

Majelis Ta’lim KKST Kabupaten Boven Digoel selanjutnya dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap Rabu malam pada minggu pertama setiap bulan.

Melalui agenda rutin tersebut, pengurus berharap kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjadi bagian dari penguatan kebersamaan warga KKST di Kota Tanah Merah.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *