BAZNAS Boven Digoel Salurkan Gerobak Usaha untuk Ibu Rina

Berita5 Dilihat
Advertisements

TANAH MERAH, KABARDOIGOEL.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Boven Digoel menyerahkan bantuan usaha berupa gerobak jualan, peralatan usaha, dan modal kepada Ibu Rina, seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), di kompleks Teras BRI Sulkaryango, Titik Nol Tanah Merah, Minggu (18/10/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari program zakat produktif untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik agar kelak mampu menjadi muzakki.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Boven Digoel, Muhammad Gozali, bersama Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Sarjianto, S.Hi., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasruddin, serta Wakil Ketua IV Bidang Administrasi SDM dan Umum Ismail Marzuki. Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Mochamad Ilham, S.E., tidak hadir karena sedang bertugas ke luar kota.

Ketua BAZNAS Boven Digoel, Muhammad Gozali, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program nasional zakat produktif yang bersumber dari zakat mal yang dihimpun BAZNAS.

Menurutnya, bantuan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan usaha dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong penerima agar dapat mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.

“Ini adalah zakat produktif, dia berkembang. Kami berharap program ini membantu Ibu dari sisi kesejahteraan, dan Ibu dari mustahik bisa menjadi muzakki, kemudian memberi efek bantuan kepada umat yang lain,” ujar Gozali.

Ia menyebutkan, bantuan usaha pada tahun ini baru disalurkan kepada satu penerima. Selanjutnya, BAZNAS Boven Digoel merencanakan penyaluran zakat mal dalam bentuk beasiswa bagi pelajar pada pekan berikutnya.

Ibu Rina terpilih sebagai penerima bantuan melalui proses pendataan dan survei lapangan yang dilakukan oleh tim BAZNAS. Ia tidak mengajukan permohonan secara langsung karena tim BAZNAS menerapkan pendekatan jemput bola untuk menemukan masyarakat yang memenuhi kriteria penerima zakat.

Berdasarkan hasil pendataan, Ibu Rina merupakan seorang janda yang menjadi tulang punggung bagi tiga anaknya. Selain memenuhi kebutuhan keluarga, ia juga harus membayar sewa rumah dan mencicil utang.

Kondisi ekonomi keluarga tersebut turut berdampak pada pendidikan anaknya. Salah satu anak Ibu Rina sempat putus sekolah akibat kendala biaya. BAZNAS kemudian menawarkan solusi agar anak tersebut dapat melanjutkan pendidikan melalui program Paket C.

Gozali menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak berhenti pada penyerahan modal dan perlengkapan usaha. BAZNAS akan melakukan pendampingan serta evaluasi secara berkala, sekitar satu hingga dua bulan sekali, guna memantau perkembangan usaha dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi penerima.

“Jangan jadikan beban. Maksimalkan saja usaha Ibu,” pesan Gozali kepada Ibu Rina.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Boven Digoel, Ismail Marzuki, menjelaskan bahwa lembaganya memiliki tiga program dasar, yakni bantuan modal usaha, beasiswa pendidikan, dan layanan kesehatan.

Terkait kondisi kesehatan salah satu anak Ibu Rina yang pernah mengalami sakit cukup lama dan masih mengeluhkan sakit kepala serta nyeri pada tulang rusuk, BAZNAS berencana mengupayakan akses bantuan melalui program kesehatan.

Ibu Rina juga diarahkan untuk mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan dengan membawa Kartu Keluarga ke kantor BPJS terdekat agar anaknya dapat memperoleh pemeriksaan medis. Langkah ini diharapkan membantu meringankan beban keluarga sekaligus menjaga agar modal usaha dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.

Berjualan dari Pagi hingga Malam

Ibu Rina mengaku bahagia dan terharu atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap gerobak dan perlengkapan usaha tersebut dapat menjadi awal baru untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

“Senang saya, bahagia. Terwujud cita-cita saya. Allah mengabulkan doa saya,” tuturnya.

Selama ini, Ibu Rina berjualan kue dan nasi kuning pada pagi hari mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIT. Pada sore hingga malam hari, pukul 15.00 hingga 21.00 WIT, ia menjual gorengan, tahu tek, dan batagor.

Gerobak bantuan tersebut rencananya ditempatkan di dekat tempat penjahit di tepi jalan umum, sekitar 200 meter dari rumahnya. Setelah selesai berjualan, gerobak akan dibawa pulang setiap hari.

Ibu Rina turut menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS dan para muzakki di Kabupaten Boven Digoel yang telah menyalurkan zakatnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mendoakan agar para pemberi zakat memperoleh keberkahan.

BAZNAS Ajak Masyarakat Tunaikan Zakat

Menutup kegiatan tersebut, Gozali mengajak umat Islam di Kabupaten Boven Digoel yang memiliki harta dan telah memenuhi ketentuan zakat untuk menunaikan kewajibannya melalui BAZNAS.

Ia menegaskan bahwa BAZNAS siap melayani masyarakat melalui tata kelola organisasi yang terstruktur dan transparan. Melalui penghimpunan dan penyaluran zakat yang tepat sasaran, dana umat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

Program bantuan usaha bagi Ibu Rina menjadi salah satu upaya agar zakat tidak hanya meringankan beban penerima, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dan memungkinkan mustahik kelak menjadi muzakki.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *