
BOVEN DIGOEL, KABARDIGOEL.COM â Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel menggelar pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bagi 25 perawat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani pasien yang mengalami kondisi kegawatdaruratan medis secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Kepala Pusat Pelatihan Kesehatan Sahabat Tangguh Nusantara (Satu Nusa), Apt. Renawaty Padatu, MKM, mengatakan pelatihan BTCLS diharapkan mampu meningkatkan keterampilan perawat sekaligus membangun kerja sama tim yang solid dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Para peserta juga diharapkan membagikan ilmu tersebut kepada rekan sejawat agar kemampuan penanganan kegawatdaruratan di lingkungan pelayanan kesehatan semakin berkembang.
Ia menegaskan, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari kemampuan peserta menyelesaikan seluruh tahapan kegiatan, tetapi juga dari kesiapsiagaan dan kemampuan menerapkan ilmu ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, Murni, menyampaikan bahwa pelatihan BTCLS merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kesehatan.
Menurut Murni, kemampuan menangani kondisi kegawatdaruratan, termasuk gangguan jantung dan pernapasan, sangat penting karena membutuhkan tindakan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Melalui pelatihan ini, 25 perawat diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis, ketepatan pengambilan keputusan, serta koordinasi tim ketika menghadapi pasien yang membutuhkan penanganan segera.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Sugino, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan BTCLS.
Ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut perlu dilihat dari penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menjalankan tugas, terutama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan adanya pelatihan BTCLS ini, para perawat di Kabupaten Boven Digoel diharapkan semakin siap menghadapi berbagai situasi kegawatdaruratan, bekerja secara profesional, serta memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas.
Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pelayanan medis yang lebih responsif dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Boven Digoel.







