Dinkes Boven Digoel Gelar Pelatihan Pelayanan Kesehatan bagi Korban Kekerasan Perempuan, Anak, dan TPPO

Berita, Kesehatan582 Dilihat
Advertisements

Tanah Merah – Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel menggelar pelatihan pelayanan kesehatan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTPA) serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan hak hidup, keselamatan, dan martabat manusia, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan anak.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Boven Digoel, Wempy Hutubessy. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan setiap korban yang datang ke fasilitas kesehatan mendapat penanganan cepat, tepat, manusiawi, dan sesuai standar.

Menurutnya, pelayanan kesehatan bagi korban KTPA dapat dilakukan di tingkat dasar melalui puskesmas serta di tingkat rujukan melalui pelayanan terpadu di rumah sakit.

Pelaksanaan pelatihan ini juga berlandaskan pada prinsip-prinsip dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang menegaskan bahwa setiap orang berhak hidup aman, bebas dari kekerasan, penyiksaan, serta perlakuan yang merendahkan martabat. Karena itu, negara termasuk pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak tersebut.

Wempy menekankan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan tenaga layanan lainnya menjadi faktor penting dalam memastikan terpenuhinya hak korban atas perlindungan dan pelayanan yang layak. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan layanan yang tepat, termasuk dalam penanganan kasus TPPO.

“Dengan meningkatnya kompetensi dan pemahaman tenaga kesehatan, kita mampu menciptakan stabilitas layanan dan menurunkan angka kasus KTPA maupun TPPO di wilayah Kabupaten Boven Digoel,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antarinstansi, sehingga setiap laporan atau temuan kasus dapat ditangani secara terintegrasi, profesional, dan berorientasi pada keselamatan korban.

“Saya berharap para peserta dapat memahami lebih mendalam tugas dan tanggung jawab dalam memberikan layanan kepada korban, meningkatkan kepekaan terhadap kondisi psikologis mereka, serta menjadi agen edukasi dan pencegahan di tengah masyarakat,” tandasnya.

Wempy berharap kegiatan ini membawa dampak positif dalam memperkuat mekanisme respons cepat terhadap kasus kekerasan dan perdagangan orang, sekaligus memperkokoh komitmen bersama untuk mewujudkan Boven Digoel yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *