Kemenag Boven Digoel Tekankan Moderasi Beragama Jelang PSU 6 Agustus 2025

Berita605 Dilihat
Advertisements

Kabar Digoel, Boven Digoel – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Boven Digoel pada 6 Agustus 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boven Digoel menegaskan pentingnya penguatan moderasi beragama sebagai langkah strategis dalam menjaga kerukunan dan mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Kepala Kantor Kemenag Boven Digoel, Yosepha Tambonop, menyatakan bahwa moderasi beragama merupakan pilihan yang relevan dalam menghadapi dinamika sosial-politik saat ini, serta sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Penting untuk memperkuat moderasi beragama, terutama menjelang PSU, untuk menjaga kerukunan dan mencegah konflik. Moderasi menekankan saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menghindari ekstremisme dalam beragama,” ujar Yosepha pada Sabtu (3/8).

Yosepha menjelaskan bahwa penguatan nilai-nilai moderasi perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pendidikan, sosialisasi, dan komunikasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini dinilai penting demi menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah di tengah suasana politik yang cenderung sensitif menjelang pemilihan ulang.

“Moderasi beragama juga menjadi jalan tengah dalam menjalankan ajaran agama masing-masing. Bila kita saling memahami dan menghargai, saya pikir konflik itu tidak akan terjadi,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa stabilitas sosial yang terjaga bukan hanya mendukung kelancaran PSU, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pembangunan masyarakat yang lebih harmonis, inklusif, dan toleran ke depan.

Lebih lanjut, Yosepha menyebut bahwa perbedaan agama bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama. Melalui pendekatan moderasi ini, diharapkan proses PSU di Boven Digoel dapat berlangsung aman, damai, dan sukses.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *