BPBD Boven Digoel Fokus Tahun 2026 Susun Kajian Risiko Bencana

Berita598 Dilihat
Advertisements

Kabar Digoel, Tanah Merah – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boven Digoel menetapkan penyusunan kajian risiko bencana sebagai fokus utama program kerja tahun anggaran 2026. Kajian ini dinilai krusial sebagai dasar perencanaan strategi penanggulangan bencana di wilayah tersebut.

Plt Kepala BPBD Boven Digoel, Yohanes Paulus Resubun, menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah mendorong pembentukan tim terpadu yang melibatkan TNI/Polri, Basarnas, Satpol PP, serta lintas sektor terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

“Ini yang kami harapkan dukungan dari Pemerintah Daerah, agar pembentukan tim terpadu bisa terealisasi tahun depan,” ujar Yohanes, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, kajian risiko bencana bukan hanya sekadar formalitas administrasi, melainkan kewajiban yang menjadi pedoman kerja BPBD. Melalui kajian tersebut, program dan kegiatan penanggulangan bencana diharapkan lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran.

Yohanes menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah, terutama dalam hal alokasi anggaran, sangat menentukan keberhasilan program BPBD. “Jangan melihat BPBD sebelah mata. Kehadiran kami justru menjadi garda terdepan dalam menanggulangi bencana. Karena itu, dukungan penuh dari pemerintah daerah sangat kami butuhkan,” tegasnya.

Dengan adanya kajian risiko bencana dan pembentukan tim terpadu, BPBD Boven Digoel optimis mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di tahun-tahun mendatang.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *