Kepala Suku Besar Meepago Teguhkan Komitmen Bersatu Dukung Pembangunan Papua Tengah

Berita447 Dilihat
Advertisements

Kabar Digoel, Nabire – Suasana penuh sukacita dan semangat persaudaraan mewarnai Syukuran dan Sosialisasi Kepala Suku Besar Meepago Papua Tengah yang berlangsung di Jalan Perintis Bumi, Wonorejo, Kabupaten Nabire, Rabu (22/10/2025). Acara adat ini menjadi momentum penting bagi para kepala suku dari delapan kabupaten di wilayah adat Meepago untuk meneguhkan komitmen bersama menjaga keamanan, kedamaian, serta mendukung program pembangunan pemerintah di Papua Tengah.

Dengan mengusung tema “Sinergi Bersama Masyarakat untuk Menciptakan Keamanan dan Kedamaian serta Mengawal Program Pembangunan Pemerintah Menuju Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera”, kegiatan dibuka dengan sosialisasi oleh Kepala Suku Besar Meepago Papua Tengah, Melkias Keiya. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah sebagai fondasi utama pembangunan di tanah Meepago.

“Kita semua harus bersatu dalam semangat adat dan kekeluargaan. Kepala suku bukan hanya pemimpin adat, tetapi juga penggerak masyarakat untuk menjaga stabilitas di wilayah Papua Tengah,” ujar Melkias Keiya.

Usai sosialisasi, para kepala suku dari delapan kabupaten memperkenalkan diri dan menyampaikan pesan damai serta persatuan antarwarga adat.

Kepala Suku Besar Moora Nabire, Donatus Sembor, mengajak seluruh masyarakat adat agar tidak terpecah oleh perbedaan.

“Mari kita hidup rukun, jangan rebut tanah atau berselisih. Kita satu dalam kasih Kristus untuk menjaga Papua Tengah tetap damai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Ause Intan Jaya, Harun Agimbau, menegaskan bahwa kepala suku memiliki tanggung jawab sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pembangunan.

“Kami hadir bukan untuk menentang pemerintah, tetapi menjadi mitra strategis bagi pemerintah provinsi, kabupaten, hingga pusat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Suku Dani Puncak, Paus Tabuni, yang menyoroti pentingnya persatuan antar suku sebagai kunci keutuhan Papua Tengah.

“Kita semua ini satu dalam noken besar Meepago. Jangan ada perbedaan yang memecah kita,” tegasnya.

Dari Paniai, Wakil Kepala Suku Mee, Naftali Pigai, menekankan peran masyarakat adat sebagai pilar utama pembangunan.

“Tanah Papua tidak akan berdiri tanpa masyarakat adat. Kita adalah penjaga dan pewaris tanah ini,” ucapnya lantang.

Sementara Kepala Suku Moni Nabire, Musa Kobogau, menegaskan komitmen menjaga stabilitas sosial dan hak adat.

“Kami akan terus menjaga dusun, hutan, dan keamanan kampung. Semua ini demi Papua Tengah yang damai dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, tokoh perempuan adat juga turut memberi warna. Mince Nawipa, tokoh perempuan asal Paniai, menegaskan bahwa perempuan adat memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial.

“Kalau ada masalah, kita selesaikan dengan hati. Perempuan juga punya tanggung jawab menjaga tanah dan kehormatan Papua. Jangan minta merdeka, tapi mari kita bekerja dan menjaga alam kita,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

Acara dilanjutkan dengan Deklarasi Komitmen Bersama Kepala Suku se-Papua Tengah, yang menegaskan tekad memperkuat peran adat sebagai mitra pemerintah, menjaga keamanan wilayah, serta mengawal pembangunan menuju Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera.

Sebagai penutup, dilaksanakan tradisi bakar batu yang diikuti sekitar 500 masyarakat dari berbagai suku di wilayah Meepago. Suasana penuh keakraban dan persaudaraan menjadi simbol kuatnya solidaritas antar masyarakat adat dalam mendukung visi pembangunan Papua Tengah.

Momentum Syukuran dan Sosialisasi Kepala Suku Meepago Papua Tengah ini menegaskan bahwa nilai-nilai adat tetap menjadi pilar utama dalam menjaga perdamaian serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah. Dari Nabire hingga Paniai, dari Intan Jaya hingga Puncak — semua bersatu dalam semangat Meepago Bersatu untuk Papua Tengah yang Bangkit dan Sejahtera.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *