
Kabar Digoel, Tanah Merah – Umat Hindu di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, merayakan Hari Raya Galungan 2025 di Pura Satya Loka Kilometer 5, Rabu (19/11/2025). Perayaan berlangsung dengan penuh kesederhanaan, kekeluargaan, dan khidmat, sebagai wujud syukur atas kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (ketidakbenaran).
Galungan Dimaknai sebagai Peneguhan Kemenangan Dharma
Pengurus Pura Satya Loka Tanah Merah, Nengah, menyampaikan bahwa sebelum upacara utama, umat Hindu melaksanakan penampahan Galungan pada Selasa, 18 November 2025. Ia menjelaskan bahwa Galungan merupakan momen penting untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan.
“Pada hari ini kami umat Hindu Tanah Merah Boven Digoel berkumpul untuk merayakan Galungan yang memiliki nilai kehidupan nyata tentang keselarasan hidup, yang dimulai dari pikiran, ucapan, dan tindakan yang harus berjalan pada jalur kebenaran. Ini adalah bentuk peneguhan kembali kemenangan Dharma atas Adharma,” tutur Nengah.
Leluhur Diyakini Turun Memberikan Berkah
Nengah juga menjelaskan bahwa dalam kepercayaan Hindu, leluhur diyakini turun ke dunia pada Hari Galungan untuk memberikan berkah dan perlindungan kepada umat. Oleh karena itu, berbagai persembahan dipersiapkan sebagai wujud bakti dan rasa syukur.
Rumah-rumah dan area pura dihias dengan penjor sebagai simbol kesuburan, keteguhan, dan kemakmuran, menambah suasana sakral perayaan.
Momen Introspeksi dan Memperkuat Hubungan Sosial
Selain sebagai wujud kemenangan spiritual, Hari Galungan juga menjadi ajang introspeksi diri dan mempererat hubungan antarsesama. Nengah mengajak seluruh umat Hindu di Tanah Merah dan Boven Digoel untuk terus menjalin kebaikan dan harmoni dengan umat beragama lainnya.
Ia berharap semangat perayaan Galungan dapat memperkuat kerukunan demi mewujudkan Boven Digoel yang maju dalam pembangunan dan sejahtera dalam kehidupan bermasyarakat.













