
Kabardigoel, Tanah Merah – Diklat Dasar Terpadu (DTD) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Boven Digoel resmi dimulai pada 21–23 November 2025 di Masjid Darul Hidayah Titik Nol Tanah Merah. Kegiatan pembukaan dilakukan langsung oleh Bupati Boven Digoel, Roni Omba.
Pada sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya memasukkan materi kerukunan umat beragama dalam diklat tersebut. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk memahami, menjaga, dan memperkuat toleransi antarumat beragama di Boven Digoel.
Bupati Roni Omba juga menekankan agar narasumber tidak hanya berasal dari TNI-Polri maupun tokoh agama Islam, tetapi juga melibatkan tokoh agama lain di Kabupaten Boven Digoel. “Ini penting agar peserta mendapat pemahaman komprehensif tentang kerukunan dan toleransi,” ujarnya.
DTD Gabungan Ansor–Banser
Sekretaris panitia pelaksana, Ustadz Ahmad Siddiq, menjelaskan bahwa DTD kali ini merupakan gabungan pelatihan Ansor dan Banser. Setelah pelatihan selesai, peserta akan diberikan tugas RTL (Rencana Tindak Lanjut) untuk menentukan pilihan melanjutkan pengabdian di Ansor atau Banser.
Sebagai tokoh Gerakan Pemuda Ansor yang pernah bertugas di Kabupaten Mappi, Ustadz Ahmad menegaskan bahwa Ansor adalah organisasi otonom dari ormas Islam terbesar di Indonesia. Ia mengatakan keberadaan Ansor di Papua, termasuk Boven Digoel, sangat strategis mengingat keberagaman suku dan agama.
“Gerakan Pemuda Ansor diharapkan menjadi pioner pengawal toleransi dan kerukunan umat beragama,” tegasnya.
Diikuti 85 Peserta dari Tiga Kabupaten
Kegiatan DTD berlangsung selama tiga hari dua malam. Dimulai Jumat (21/11) dengan registrasi dan pembukaan, serta dijadwalkan berakhir pada Minggu siang (23/11/2025).
Total peserta mencapai 85 orang, berasal dari Kabupaten Boven Digoel—khususnya Distrik Mandobo dan Jair—serta peserta dari Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Muhammad Azis Rafsanjani, Tenaga Ahli Anggota DPR-RI Indra Jaya, yang memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan generasi muda dalam membangun harmoni sosial.







