Suara Budaya Jadi Energi Bangun Negeri

Berita78 Dilihat
Advertisements

KabarDigoel — Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus, menegaskan bahwa budaya memiliki peran strategis sebagai fondasi moral, jati diri, dan kekuatan pemersatu masyarakat. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Temu Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan di Boven Digoel, Rabu (3/12/2025).

Dalam sambutannya, Marlinus menekankan bahwa tema “Suara Budaya Membangun Negeri” menjadi pengingat penting bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada manusia, karakter, dan identitas daerah. “Suara budaya adalah suara yang menghidupkan kembali nilai gotong-royong, persaudaraan, dan keharmonisan yang selama ini menyatukan masyarakat dalam semangat membangun negeri,” ujarnya.

Wakil Bupati berharap Temu Budaya menjadi ruang dialog dan kreativitas yang mempertemukan generasi tua dan muda. Generasi tua dapat mewariskan nilai adat, sementara generasi muda memberikan sentuhan inovasi agar kebudayaan tetap relevan di tengah perubahan zaman. Ia menyoroti pentingnya menjaga bahasa daerah, seni tradisi, ritual adat, serta kearifan lokal sebagai aset identitas masyarakat.

Lebih jauh, Marlinus menilai budaya harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah. Pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal, pariwisata budaya, serta kerajinan masyarakat dinilai mampu menjadi sumber kesejahteraan tanpa menghilangkan akar tradisi. Kolaborasi lintas komunitas disebutnya sebagai kunci memperkuat identitas Boven Digoel.

Pemerintah daerah, tegasnya, berkomitmen mendukung program pelestarian budaya agar kekayaan lokal tidak hanya menjadi kenangan, tetapi menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang. Ia juga mengingatkan pentingnya objek pemajuan kebudayaan (OPK) yang meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta memberikan masukan dari masing-masing kampung agar pendataan dan pelestarian budaya dapat dilakukan lebih profesional. Ia berharap temu budaya tahun ini mampu melahirkan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) sebagai dasar penyusunan program kebudayaan di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Mari kita jadikan temu budaya sebagai momentum memperkuat kebersamaan, memperindah perbedaan, dan menghadirkan suara budaya sebagai energi pembangunan Boven Digoel yang maju dan bermartabat,” tutupnya.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *