Umat Paroki Tolak Miras

Berita241 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten Boven Digoel, khususnya di Kota Tanah Merah, dinilai kian marak dan memprihatinkan. Menyikapi kondisi tersebut, umat Paroki Hati Kudus Tanah Merah menyampaikan deklarasi sikap menolak keras peredaran miras serta berbagai penyakit masyarakat yang dinilai merusak moral dan masa depan generasi muda.

Deklarasi penolakan miras tersebut disampaikan oleh umat Paroki Hati Kudus Tanah Merah sebagai bentuk keprihatinan atas dampak sosial yang ditimbulkan. Salah satu tokoh umat Paroki Hati Kudus Tanah Merah, Dominikus Katwaip, yang bertindak sebagai deklarator, menegaskan bahwa peredaran miras harus segera ditangani secara serius oleh seluruh pihak terkait.

Menurut Dominikus, maraknya miras telah berdampak langsung terhadap terhambatnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas di Kabupaten Boven Digoel. Ia menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka generasi muda akan semakin terjerumus dalam perilaku menyimpang.

“Pernyataan sikap menolak keras peredaran miras di Boven Digoel ini disampaikan karena dalam perkembangannya miras semakin marak. Kita melihat dan menyaksikan setiap hari sebagian besar anak-anak muda kita terjerumus dalam lingkaran konsumsi miras,” ujar Dominikus Katwaip, Selasa (16/12/2025).

Selain merusak moral generasi muda, Dominikus menambahkan bahwa peredaran miras juga berdampak pada terganggunya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mempengaruhi aktivitas dan perputaran ekonomi warga di Kota Tanah Merah.

Tidak hanya persoalan miras, umat Paroki Hati Kudus Tanah Merah juga menyoroti sejumlah penyakit masyarakat lainnya, seperti praktik prostitusi berkedok rumah makan remang-remang, maraknya perjudian jenis rolek di berbagai sudut kota, serta aktivitas pembelian dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara ilegal.

Melalui pernyataan sikap tersebut, umat Paroki Hati Kudus Tanah Merah berharap pemerintah daerah, TNI, dan Polri dapat mengambil langkah tegas dan terukur dalam menertibkan berbagai bentuk penyakit masyarakat di Boven Digoel.

“Kami sangat berharap pernyataan sikap ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah, TNI, dan Polri, serta mendapat dukungan seluruh masyarakat Boven Digoel, demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan damai,” tutup Dominikus.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *