
Kabardigoel, Boven Digoel – Komandan Kodim (Dandim) 1711/Boven Digoel, Letkol Inf Andry Christian, menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Boven Digoel.
Penegasan tersebut disampaikan saat penutupan kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (Perjusami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang untuk pertama kalinya digelar di wilayah tersebut.
Menurut Dandim, kegiatan KKRI gelombang pertama ini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya pelajar SMA dan SMK, agar memiliki mental kuat, disiplin, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
“Untuk wilayah Boven Digoel ini, kegiatan KKRI yang kita laksanakan merupakan gelombang pertama. Harapannya, kita dapat membentuk mental generasi muda agar siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama di wilayah perbatasan yang rentan terhadap berbagai pengaruh luar dan perbedaan pandangan.
Karena itu, nilai-nilai dasar seperti cinta tanah air, bela negara, dan Pancasila harus ditanamkan sejak dini sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi bangsa.
“Oleh karena itu, kita tanamkan nilai-nilai dasar seperti cinta tanah air, bela negara, dan Pancasila,” tegasnya.
Dandim juga berharap para peserta KKRI dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan dalam kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta tanggung jawab sosial.
“Setelah kembali ke sekolah, mereka harus menjadi contoh dan motivator bagi teman-temannya,” tambahnya.
Selain itu, ia mengapresiasi keterlibatan generasi muda perempuan dalam kegiatan tersebut dan menilai peran perempuan sangat penting dalam upaya bela negara dan pembangunan bangsa.
“Perempuan juga memiliki peran penting dalam bela negara. Melalui kegiatan ini diharapkan mereka semakin percaya diri dan aktif,” ungkapnya.
Dandim juga menyoroti kondisi Boven Digoel sebagai wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Namun menurutnya, keterbatasan tersebut justru harus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas diri.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti maju,” katanya.
Mengakhiri pernyataannya, ia mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Kita tidak pernah tahu tantangan ke depan seperti apa. Karena itu, siapkan diri dari sekarang agar mampu menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dan berintegritas,” pungkasnya.













