Kemendes PDT Fokuskan Program IFSIV di Boven Digoel, Dorong Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal

Berita32 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan daerah tertinggal melalui Program Indonesia Food Systems and Infrastructure for Villages in Disadvantaged Areas (IFSIV).

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kemendes PDT RI, Fince Decima Hasibuan, saat kunjungan kerja di Balai Kampung Sokanggo, Distrik Mandobo, Selasa (5/5/2026).

Fince menjelaskan, Kabupaten Boven Digoel masih masuk dalam kategori daerah tertinggal sehingga menjadi prioritas pemerintah pusat.

“Dari sekitar 30 kabupaten tertinggal di Indonesia, program ini akan difokuskan pada 15 kabupaten, termasuk Boven Digoel,” ujarnya.

Program IFSIV saat ini masih dalam tahap perencanaan dan ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

Kunjungan kerja yang dilakukan tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga untuk menyerap kebutuhan langsung masyarakat.

“Kami datang untuk mendengar apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Itu akan menjadi dasar intervensi program,” kata Fince.

Pendekatan ini diharapkan membuat program lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat kampung.

Dalam pelaksanaannya, program IFSIV akan difokuskan pada tiga komponen utama:

Fokus pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, meliputi:

  • Edukasi gizi
  • Perubahan perilaku hidup sehat
  • Penyiapan kader gizi
  • Sistem pemantauan kesehatan
  • Penyediaan air bersih dan sanitasi

Meliputi:

  • Produksi pangan berbasis ramah iklim
  • Pelatihan dan pendampingan masyarakat
  • Penciptaan “local champions”
  • Pengembangan akses pasar dan distribusi
  • Digitalisasi pemasaran dan inovasi pangan
  • Penyusunan regulasi berbasis potensi lokal
  • Penguatan tata kelola sistem pangan desa

Kemendes PDT juga akan menerapkan pendekatan berbasis klaster, di mana kampung-kampung saling terhubung dan bekerja sama.

“Misalnya satu kampung fokus produksi, kampung lain fokus pemasaran. Ini akan saling menguatkan,” jelas Fince.

Fince menekankan pentingnya dukungan dari:

  • Pendamping desa
  • Pemerintah kampung
  • Pemerintah distrik
  • Pemerintah kabupaten

Kolaborasi ini dinilai penting agar program berjalan optimal di lapangan.

Kunjungan ini menjadi langkah awal penyusunan program IFSIV yang diharapkan mampu:

  • Meningkatkan ketahanan pangan
  • Mendorong kesejahteraan masyarakat
  • Mempercepat pembangunan daerah tertinggal

Khususnya di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *