Kelompok TEKAD Distrik Subur Serahkan Olahan Tepung Sagu ke Kemendes, Dorong Ketahanan Pangan Lokal Papua

Berita156 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Kelompok TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) Distrik Subur menyerahkan bingkisan produk olahan tepung sagu kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan dan kemandirian pangan lokal di wilayah pedalaman Papua.

Penyerahan bingkisan tersebut dilakukan melalui Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus, kepada pihak Kemendes PDTT. Produk olahan sagu itu menjadi simbol keberhasilan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di Distrik Subur.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Boven Digoel, Edison Sokoy, mengatakan program TEKAD terus mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan pengolahan sagu secara modern dan berdaya saing.

“Melalui Program TEKAD Kemendes dan dukungan pihak swasta, masyarakat kini mampu memproduksi tepung sagu kering yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Edison melalui sambungan telepon seluler, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, pengembangan produk pangan lokal berbasis sagu dilakukan di Distrik Subur, termasuk Kampung Subur dan Kampung Aiwat. Masyarakat didorong agar tidak lagi mengolah sagu secara manual, melainkan menggunakan metode yang lebih modern untuk meningkatkan kualitas produksi.

Edison menambahkan, pengembangan pangan lokal tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal yang melimpah.

Sementara itu, Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan produk-produk lokal hasil olahan masyarakat.

Menurutnya, selain tepung sagu, berbagai produk olahan lokal seperti keripik ikan juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

“Pemerintah daerah secara konsisten mendorong agar produk-produk olahan lokal seperti sagu wajib disajikan dalam setiap kegiatan pemerintahan. Ini bagian dari upaya mendukung UMKM dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal,” kata Marlinus.

Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap pengembangan industri pangan lokal berbasis sagu dapat menjadi kekuatan ekonomi baru masyarakat kampung sekaligus memperkuat identitas pangan khas Papua di tingkat nasional.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *