ASN Boven Digoel Ditantang Wujudkan Inovasi dari Hasil Tesis

Berita41 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menegaskan bahwa pendidikan tinggi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menghasilkan inovasi dan solusi nyata bagi pembangunan daerah. ASN yang menempuh pendidikan magister didorong tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi mampu menerapkan hasil penelitian dan tesis dalam pekerjaan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Boven Digoel Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jeffri Hanny Izaak Nirahua, saat mewakili Bupati Boven Digoel pada Seminar Inovasi Pelayanan Publik yang digelar di SMP Negeri 1 Tanah Merah, Jumat (13/6/2026).

Seminar tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Musamus sebagai bagian dari proses pendidikan akademik yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel.

Dalam sambutannya, Jeffri menyampaikan apresiasi kepada Universitas Musamus atas kemitraan yang telah terjalin dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi ASN melalui pendidikan jenjang magister.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Musamus, khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kerja sama ini menjadi sarana penting dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi ASN melalui pendidikan jenjang magister. Ini merupakan investasi berharga bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Jeffri menilai seminar inovasi pelayanan publik tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi juga wadah strategis untuk melahirkan gagasan dan solusi yang mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik saat ini semakin tinggi. Pelayanan yang cepat, transparan, mudah diakses, dan berintegritas menjadi kebutuhan yang harus dijawab oleh seluruh aparatur pemerintah.

“Inovasi bukan lagi pilihan, tetapi menjadi keharusan bagi setiap aparatur apabila ingin menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jeffri juga membagikan pengalaman studi lapangan ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang dinilainya berhasil menerapkan praktik baik dalam pelayanan publik melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ia menyebut pengalaman tersebut relevan untuk diterapkan di Kabupaten Boven Digoel, terutama setelah terbentuknya Badan Pendapatan Daerah pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan kelembagaan harus dibarengi dengan inovasi agar pelayanan perpajakan berjalan lebih efektif, adil, transparan, dan akuntabel.

Selain aspek pemerintahan dan keuangan daerah, Jeffri turut menyoroti tantangan sosial yang dihadapi Kabupaten Boven Digoel sebagai wilayah perbatasan, khususnya ancaman penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Sebagai daerah perbatasan, kita memiliki tanggung jawab besar. Narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan dan melemahkan daya saing bangsa. Karena itu, pendidikan, pembinaan, serta penanaman nilai moral dan spiritual harus terus diperkuat,” katanya.

Jeffri juga memberikan tantangan langsung kepada para ASN peserta program magister agar ilmu yang diperoleh mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa ASN yang telah menempuh pendidikan tinggi harus lebih mampu menyusun program, menghitung anggaran secara tepat, merumuskan visi dan misi, menyusun rencana kerja, serta menentukan strategi pembangunan yang efektif.

“Pendidikan tinggi harus mengubah cara berpikir dan cara bekerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jeffri mengevaluasi bahwa hasil pendidikan yang telah ditempuh ASN selama ini belum sepenuhnya terlihat implementasinya dalam pembangunan daerah.

“Saat ini ada sekitar 50 ASN yang sedang atau telah menyelesaikan pendidikan ini. Namun saya belum melihat secara nyata bagaimana hasil penelitian dan tulisan tersebut diterapkan untuk memajukan Boven Digoel. Karena itu saya tantang Bapak dan Ibu agar seminar dan tesis yang disusun benar-benar menjadi dasar dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. Setiap tesis harus memiliki daya ungkit bagi kemajuan daerah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Jeffri mengajak seluruh ASN untuk memulai perubahan dari hal sederhana, yakni meningkatkan disiplin dan budaya kerja yang lebih baik.

“Saya bangga melihat semangat belajar Bapak dan Ibu. Mari kita buktikan bahwa investasi pendidikan ini tidak sia-sia. Mulailah dari kedisiplinan dan perubahan pola kerja agar bersama-sama kita dapat mengubah wajah Kabupaten Boven Digoel menjadi lebih maju,” tutupnya.

Melalui seminar ini, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap lahir berbagai inovasi pelayanan publik yang dapat diterapkan langsung di lingkungan kerja masing-masing ASN guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *