
Kabardigoel, Boven Digoel, 24 September 2026 – Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus, mendorong agar hasil kajian dan penelitian terkait pengembangan komoditas unggulan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi ditindaklanjuti menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Marlinus saat mewakili Bupati Boven Digoel dalam seminar dan diseminasi hasil kajian studi analisis skenario pengembangan komoditas unggulan di kawasan bernilai konservasi tinggi di Kabupaten Boven Digoel, Kamis (24/9/2026).
Marlinus menilai kajian berbasis data penting untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih terarah dengan tetap mempertimbangkan potensi wilayah, kelestarian lingkungan, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
“Kajian ini merupakan bagian penting dalam upaya membangun Kabupaten Boven Digoel secara lebih terarah dan berbasis data,” ujar Marlinus.
Menurut Marlinus, Boven Digoel memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan hingga berbagai potensi ekonomi masyarakat.
Potensi tersebut, kata dia, perlu dikelola secara bertanggung jawab melalui prinsip pembangunan berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan pertumbuhan ekonomi. Kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi juga perlu menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan.
“Kita tidak ingin membangun ekonomi hanya dengan mengejar peningkatan produksi dan pertumbuhan ekonomi semata. Kita juga harus menjaga dan mempertimbangkan keberadaan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi,” katanya.
Marlinus menjelaskan, kawasan bernilai konservasi tinggi memiliki peran dalam menjaga keanekaragaman hayati, ekosistem, fungsi lingkungan, serta nilai sosial dan budaya masyarakat.
Karena itu, pengembangan komoditas unggulan perlu dilakukan melalui perencanaan yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Marlinus juga menyoroti sejumlah kajian yang sebelumnya telah dilakukan untuk mendukung pengembangan wilayah dan komoditas di Boven Digoel.
Kajian tersebut antara lain mencakup kesesuaian lahan, pengembangan agribisnis karet, revitalisasi kebun karet rakyat dan hasil olahannya, serta studi analisis skenario pengembangan komoditas unggulan pada kawasan bernilai konservasi tinggi.
Namun, menurut Marlinus, berbagai hasil penelitian tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak nyata apabila hanya berhenti pada tahap dokumen.
“Hasil kajian ini jangan hanya berhenti sebagai sebuah dokumen. Saya berharap hasil kajian ini dapat menjadi referensi dan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia mendorong adanya tahapan lanjutan dari penelitian, pengembangan, riset dan inovasi hingga penerapan di lapangan.
Dengan demikian, sumber daya, waktu dan biaya yang telah digunakan dalam penelitian dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan perekonomian daerah
Selain menindaklanjuti hasil kajian, Marlinus menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pertama, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel perlu segera menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) hingga pada tahap penetapan Peraturan Daerah (Perda).
Menurutnya, kepastian tata ruang penting untuk memberikan gambaran mengenai pola ruang dan kawasan yang dapat mendukung pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan maupun peternakan.
Kedua, hasil seminar dan diseminasi diharapkan menghasilkan dokumentasi lengkap serta rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Boven Digoel.
Ketiga, bidang riset dan inovasi perlu dioptimalkan agar penelitian tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi mendapatkan pendampingan hingga menghasilkan penerapan yang tepat guna dan berdaya guna.
“Kemajuan suatu daerah atau negara ditentukan oleh banyaknya hasil penelitian, pengembangan, riset dan inovasi yang kemudian dapat dioperasionalkan melalui penerapan,” jelasnya.
Marlinus berharap hasil seminar dan diseminasi tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong pembangunan ekonomi Boven Digoel yang inklusif dan berkelanjutan.
Pengembangan komoditas unggulan, menurutnya, perlu berbasis pada potensi lokal sekaligus memperhatikan kelestarian alam serta nilai sosial dan budaya masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kajian serta seminar dan diseminasi tersebut.








