Muhammadiyah dan Aisyiyah Diminta Perkuat Pembangunan Boven Digoel

Berita54 Dilihat
Advertisements

KABARDIGOEL, Boven Digoel — Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam kehidupan masyarakat sekaligus mendorong kedua organisasi tersebut untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten III Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Boven Digoel, Fahrudin Isnanto, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Boven Digoel, Minggu (27/9/2026).

Fahrudin mengatakan, Muhammadiyah dan Aisyiyah telah memberikan kontribusi nyata melalui berbagai bidang, mulai dari dakwah, pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial dan kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, pemberdayaan perempuan dan keluarga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kehadiran Muhammadiyah dan Aisyiyah di Boven Digoel bukan sekadar keberadaan organisasi, melainkan bagian tak terpisahkan dari upaya kita bersama membangun kehidupan masyarakat yang religius, berpendidikan, berdaya, mandiri, serta memiliki semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan dan kerukunan antarwarga,” ujar Fahrudin.

Menurutnya, Rakerda Muhammadiyah dan Aisyiyah tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun rencana kerja yang lebih terarah, realistis, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami berharap, rapat kerja ini mampu menghasilkan program-program kerja yang tidak hanya indah secara konsep dan tertulis di atas kertas, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan secara nyata, terukur, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya menjangkau mereka yang membutuhkan,” katanya.

Fahrudin juga mengajak jajaran Muhammadiyah dan Aisyiyah memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan berbagai elemen masyarakat.

Ia menilai luasnya wilayah Boven Digoel, keberagaman karakter masyarakat, serta kompleksitas tantangan pembangunan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab seluruh kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan daerah memerlukan kerja sama, partisipasi, gagasan-gagasan segar, serta keterlibatan aktif semua pihak. Dalam konteks ini, Muhammadiyah dan Aisyiyah menempati posisi yang sangat strategis sebagai mitra utama pemerintah daerah,” ujar Fahrudin.

Ia mendorong kedua organisasi tersebut untuk terus berperan dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan perempuan dan keluarga, pembinaan generasi muda, penguatan ekonomi masyarakat, penanganan persoalan sosial, serta pembangunan karakter dan budaya masyarakat.

Fahrudin secara khusus menekankan pentingnya pembinaan generasi muda. Menurutnya, anak-anak dan pemuda perlu dipersiapkan agar memiliki kemampuan intelektual, keterampilan, karakter, serta nilai moral dan keagamaan yang kuat.

“Muhammadiyah dengan semangat Islam Berkemajuan memiliki ruang yang sangat luas untuk mengambil peran sentral dalam pembangunan tersebut. Demikian pula Aisyiyah, dengan pengalaman panjangnya dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesehatan, dan penguatan keluarga, diharapkan terus hadir memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi kaum perempuan, anak-anak, dan keluarga di Boven Digoel,” ucapnya.

Fahrudin berharap program kerja Muhammadiyah dan Aisyiyah ke depan dapat bersinergi dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel. Sinergi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *