
KABARDIGOEL, BOVEN DIGOEL – Bupati Boven Digoel, Roni Omba, secara resmi membuka Workshop Kader Posyandu bagi Orang Asli Papua (OAP) Tahun 2026, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, terutama bagi ibu dan anak di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Roni Omba menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan dan gedung, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki masa depan yang baik.
Menurutnya, kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, dan seluruh anggota keluarga merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Melalui Posyandu, masyarakat dapat memperoleh edukasi kesehatan, pemantauan pertumbuhan anak, informasi gizi, pendampingan kesehatan ibu dan anak, serta rujukan kepada tenaga kesehatan apabila diperlukan.
“Penguatan Posyandu harus menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk Orang Asli Papua di Kabupaten Boven Digoel,” ujarnya.
Melalui workshop tersebut, para kader diharapkan meningkatkan keterampilan praktis, mulai dari komunikasi dan edukasi kesehatan, pemantauan pertumbuhan anak, pengenalan tanda bahaya pada ibu dan anak, pencatatan dan pelaporan, hingga koordinasi serta rujukan kepada tenaga kesehatan.
Bupati Roni Omba menekankan bahwa kader Posyandu bukan sekadar pelaksana kegiatan rutin di kampung. Mereka juga berperan sebagai penggerak masyarakat, pendamping keluarga, penyampai informasi kesehatan, serta penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan.
Ia mendorong seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan ketika para kader kembali menjalankan tugas di kampung masing-masing.
Roni Omba juga menyoroti tantangan pelayanan kesehatan di Boven Digoel, mulai dari kondisi geografis yang luas hingga keterbatasan infrastruktur dan akses pelayanan yang belum merata.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten, pemerintah distrik, pemerintah kampung, tenaga kesehatan, dan unsur masyarakat lainnya.
Bupati turut mengapresiasi dedikasi para kader Posyandu yang selama ini menjalankan tugas di tengah masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan fasilitas dan dukungan.
Ia menilai kedekatan kader dengan keluarga serta pemahaman mereka terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
Karena itu, dukungan pemerintah daerah dan pemerintah kampung terhadap para kader perlu terus diperkuat agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah kampung.
“Pembangunan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tenaga kesehatan atau pemerintah, tetapi juga pemerintah distrik, kampung, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Bupati berharap workshop kader Posyandu bagi OAP tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, partisipasi masyarakat, dan kerja sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Roni Omba secara resmi membuka Workshop Kader Posyandu bagi Orang Asli Papua Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boven Digoel.












