Satgas Marinir Gelar Bakti untuk Komopa di Paniai, Papua Tengah

TNI/POLRI, Berita98 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Paniai – Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 2 Marinir Habema atau Satgas Gobang VIII menggelar kegiatan Bakti untuk Komopa di Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Gotong Royong, Berbagi dan Menjaga Kedamaian Bersama” tersebut diwujudkan melalui peninjauan hasil perbaikan Jembatan Komopa, tradisi bakar batu bersama masyarakat, serta penyaluran 200 paket sembako kepada warga.

Bakti sosial ini merupakan bagian dari pengabdian Koops TNI Habema melalui satuan tugas di wilayah Papua. Kegiatan tersebut melibatkan prajurit Marinir, pemerintah distrik, aparat kewilayahan, tokoh adat, dan masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan hasil perbaikan Jembatan Komopa yang menjadi akses penghubung penting bagi masyarakat Kampung Komopa, Tugua, dan Akoubaida.

Jembatan tersebut memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan antarkampung, pengangkutan kebutuhan pokok, distribusi hasil usaha, serta akses menuju fasilitas pelayanan publik.

Danyonif 2 Marinir, Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses perbaikan jembatan tersebut.

Ia berharap jembatan yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal dan dipelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Menurutnya, ketersediaan infrastruktur penghubung sangat penting untuk mendukung aktivitas perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Setelah meninjau jembatan, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi bakar batu bersama masyarakat yang dipusatkan di Kantor Koramil 1703-04/Aradide, Kampung Abatadi. Tradisi bakar batu merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Papua yang memiliki nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong.

Dalam kegiatan tersebut, prajurit Marinir bersama tokoh adat dan masyarakat bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan prosesi, mulai dari batu, kayu bakar, dedaunan, dua ekor babi, hingga aneka umbi-umbian. Seluruh proses dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat dan tetap memperhatikan tata cara adat setempat.

Prosesi bakar batu dimulai sekitar pukul 13.00 WIT dan selesai pada pukul 15.50 WIT. Setelah makanan matang, prajurit Marinir dan masyarakat kemudian menikmati hidangan bersama dalam suasana penuh keakraban.

Setiap paket bantuan berisi beras, mi instan, minyak goreng, kopi, teh saset, gula, dan susu.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga serta meringankan beban masyarakat di wilayah pedalaman Papua Tengah.

Sekretaris Distrik Aradide, Frans Kadepa, menyampaikan penghargaan atas kepedulian Satgas Yonif 2 Marinir Habema terhadap masyarakat di wilayahnya.

Menurut Frans, kegiatan yang memadukan tradisi bakar batu, makan bersama, dan pembagian sembako dalam satu rangkaian seperti ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Distrik Aradide.

Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui bantuan kebutuhan pokok maupun kesempatan mempererat hubungan sosial dan persaudaraan.

Apresiasi juga disampaikan Danramil 1703-04/Aradide, Kapten Inf. Alpius Gobai. Ia mendukung kegiatan yang melibatkan TNI, pemerintah distrik, tokoh adat, dan masyarakat dalam satu rangkaian pengabdian sosial.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan tersebut, Koops TNI Habema bersama Satgas Yonif 2 Marinir berupaya menghadirkan pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Perbaikan Jembatan Komopa diharapkan mendukung kelancaran akses transportasi warga. Penyaluran 200 paket sembako menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pangan, sedangkan tradisi bakar batu menjadi momentum mempererat hubungan persaudaraan antara prajurit dan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah setempat, tokoh adat, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Bakti untuk Komopa bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi wujud pengabdian TNI melalui semangat gotong royong, kepedulian, dan penghormatan terhadap budaya masyarakat Papua.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *