Sulit Dapat Solar, Para Sopir Datangi Pemilik SPBU di Boven Digoel

Berita423 Dilihat
Advertisements


Kabar Digoel – Kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kembali dikeluhkan para sopir di Kabupaten Boven Digoel. Imbas dari persoalan tersebut, puluhan sopir mendatangi pemilik SPBU Harapan di Tanah Merah untuk meminta kejelasan terkait regulasi pengisian BBM serta membahas masalah antrian panjang yang kerap terjadi.
Pemilik SPBU Harapan, Samsuryadi, usai pertemuan mengatakan bahwa para sopir dan pihak SPBU sepakat untuk menerapkan sistem barcode (barkot) sesuai surat kendaraan bagi setiap unit yang hendak mengisi BBM. Aturan ini sekaligus mengatur batasan liter sesuai jenis kendaraan.
“Itu sudah disepakati. Kendaraan antar kabupaten seperti Hilux mendapat jatah 60 liter, truk 100 liter, dan kendaraan pickup 50 liter,” jelasnya.
Menurutnya, kesepakatan tersebut muncul secara spontan sebagai solusi cepat mengatasi antrian panjang yang kerap terjadi setiap kali solar masuk ke SPBU. Ia menyebut banyak kendaraan yang pada akhirnya tidak kebagian BBM akibat tingginya permintaan.
“Kesepakatan ini spontan, tapi kalau berjalan efektif akan kami pertahankan. Saya berharap SPBU lain juga menerapkan hal serupa agar persoalan antrian dan kelangkaan bisa teratasi,” ujarnya.
Samsuryadi menyampaikan bahwa sebenarnya kuota solar untuk empat SPBU di Boven Digoel dinilai mencukupi. Namun, kelangkaan tetap terjadi karena adanya praktik curang oleh oknum tertentu yang melakukan pengisian tidak sesuai aturan.
“Dengan pembagian yang merata, kelangkaan dan antrian dapat dikurangi. Kami di SPBU hanya melayani. Kalau ada kendaraan modifikasi tangki, itu ranah pihak lain untuk menindak,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan para sopir, Udin, mengapresiasi langkah pemilik SPBU Harapan yang dinilai terbuka mendengarkan keluhan dan menerima masukan dari para sopir.
Menurut Udin, antrian solar selama ini sangat panjang hingga tidak jarang dirinya gagal mendapatkan BBM karena stok terbatas, sementara kebutuhan solar sangat vital bagi mereka yang bekerja sebagai sopir lintas daerah.
“Kami harap kerja sama ini berjalan baik. Untuk pembagian yang merata, semua kendaraan wajib menggunakan barkot, dan pengisian harus sesuai batas maksimal yang telah ditetapkan. Mau tangki dimodifikasi pun, jumlah yang diisi tetap sama,” ujarnya.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *