
kabardigoel, Tanah Merah, 21 Februari 2026 – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boven Digoel, Yosefa Tambonop, mengajak seluruh umat beragama di Kabupaten Boven Digoel untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan toleransi melalui momentum hari-hari besar keagamaan yang sedang berlangsung.
Ajakan tersebut disampaikan Yosefa di tengah suasana kebersamaan masyarakat yang dalam beberapa waktu terakhir merayakan sejumlah hari raya keagamaan, seperti Imlek, Ramadan bagi umat Muslim, serta masa prapaskah bagi umat Kristiani.
Menurutnya, perayaan hari besar keagamaan tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah semata, tetapi juga sebagai ruang membangun harmoni sosial di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Boven Digoel.
“Momentum hari besar keagamaan harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah kesempatan untuk saling mengunjungi, saling menghargai, dan mempererat hubungan persaudaraan,” ujar Yosefa Tambonop, Sabtu (21/2/2026).
Yosefa menegaskan, Kabupaten Boven Digoel merupakan daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, nilai toleransi dan sikap saling menghormati harus terus dirawat agar kehidupan sosial tetap rukun dan damai.
Ia juga menekankan bahwa menjaga toleransi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, melainkan seluruh elemen masyarakat. Momentum perayaan keagamaan diharapkan menjadi jembatan dialog serta mempererat kebersamaan lintas iman.
“Kita patut bersyukur karena selama ini kehidupan antarumat beragama di Boven Digoel berjalan dengan baik. Ini harus terus dijaga, terutama di tengah berbagai tantangan yang bisa saja memicu kesalahpahaman,” tambahnya.
Yosefa berharap semangat kebersamaan yang lahir dari setiap perayaan keagamaan dapat memperkuat persatuan masyarakat dalam membangun daerah dan menjaga keutuhan bangsa.













