Bupati Boven Digoel Tinjau Usaha Tepung Sagu Kelompok Tekad

Berita50 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Rony Omba, bersama perwakilan Tim Kementerian Desa Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Distrik Subur, Kamis (4/6/2026), untuk meninjau langsung hasil karya masyarakat yang dibina oleh Kelompok Tekad Distrik Subur.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati bersama rombongan melihat berbagai produk unggulan yang dikembangkan masyarakat, terutama produk tepung sagu yang telah diolah menjadi komoditas bernilai ekonomi. Produk tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal.

Bupati Rony Omba memberikan apresiasi kepada masyarakat atas kreativitas dan kerja keras dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Menurutnya, tepung sagu yang dihasilkan masyarakat Distrik Subur memiliki kualitas yang baik dan berpeluang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah apabila mendapat dukungan pengembangan yang berkelanjutan.

“Produk tepung sagu ini merupakan hasil karya yang patut diapresiasi. Potensi seperti ini perlu terus diangkat dan dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat,” ujar Rony Omba saat meninjau lokasi.

Ia menambahkan, potensi sagu yang melimpah di Distrik Subur harus terus didorong melalui pembinaan, peningkatan kapasitas produksi, serta dukungan pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Desa RI, Lestari, juga menyampaikan apresiasi terhadap hasil karya masyarakat yang dihasilkan melalui Kelompok Tekad Distrik Subur. Ia menilai kualitas produk yang dihasilkan cukup baik dan memiliki peluang untuk berkembang lebih besar di masa mendatang.

Meskipun demikian, Lestari mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan usaha tepung sagu, terutama terkait pemasaran dan akses transportasi.

Menurutnya, keterbatasan infrastruktur jalan menjadi hambatan utama dalam proses distribusi produk ke berbagai wilayah pemasaran. Di sisi lain, penggunaan jalur transportasi sungai masih membutuhkan biaya yang relatif tinggi sehingga meningkatkan biaya operasional usaha masyarakat.

“Hasil karya masyarakat ini cukup bagus dan memiliki potensi untuk berkembang. Namun, masih ada kendala pada pemasaran produk serta akses jalan yang belum memadai. Jika mengandalkan transportasi sungai, biaya yang dikeluarkan cukup mahal sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat,” kata Lestari.

Melalui kunjungan tersebut, pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dukungan lebih lanjut terhadap pengembangan usaha berbasis sagu di Distrik Subur. Dukungan tersebut mencakup peningkatan akses pemasaran, penguatan kapasitas produksi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang mampu memperlancar distribusi hasil usaha sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *