Karnaval HUT RI ke-81 di Boven Digoel Tetap Meriah Diguyur Hujan

Berita183 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel – Hujan yang mengguyur Kota Tanah Merah sejak pagi tidak menyurutkan semangat masyarakat dan peserta dalam memeriahkan Karnaval Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Boven Digoel, Senin (10/8/2026).

Sejumlah organisasi dan paguyuban turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan kreativitas, budaya, serta semangat kebersamaan. Di antaranya Sekretariat Dewan (Setwan) Kabupaten Boven Digoel, Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST), dan Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa (PKMJ).

Ketua DPRK Boven Digoel, Simon Akka, yang memimpin langsung tim karnaval Setwan mengatakan, pihaknya menerjunkan sebanyak 29 peserta yang terdiri dari lima anggota dewan dan 24 staf sekretariat.

Tim Setwan tampil mengenakan busana khas Boven Digoel. Iring-iringan diawali enam kendaraan roda dua dengan tulisan SETWAN, kemudian diikuti peserta yang berjalan kaki dan empat kendaraan roda empat yang dihias dengan berbagai aksesori bernuansa kemerdekaan.

Simon mengatakan, meski kondisi cuaca kurang mendukung, seluruh anggota tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Kendati cuaca tidak mendukung, antusias anggota tetap semangat karena ini merupakan event tahunan yang harus dilaksanakan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Simon

Kemeriahan karnaval juga terlihat dari keikutsertaan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST). Koordinator tim karnaval KKST, La Gani, mengatakan pihaknya melibatkan sekitar 40 peserta yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak.

Persiapan telah dilakukan sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan. Salah satu yang ditampilkan adalah Tari Lulo atau Malulo, tarian tradisional masyarakat Tolaki dari Sulawesi Tenggara yang menjadi simbol persahabatan, persatuan, dan rasa syukur.

Seluruh peserta KKST mengikuti karnaval dengan berjalan kaki sambil diiringi musik dari kendaraan yang digunakan.

Sementara itu, Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa (PKMJ) turut tampil dengan membawa gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil panen.

Koordinator tim PKMJ, Suwandi, mengatakan sekitar 80 peserta mengikuti karnaval dengan berjalan kaki menggunakan busana khas Jawa. Kendaraan yang digunakan dalam rombongan difungsikan untuk membawa berbagai perlengkapan.

Gunungan hasil bumi yang ditampilkan juga memiliki makna tersendiri. Hasil bumi tersebut merupakan simbol rasa syukur sekaligus akan dibagikan kepada penonton untuk dinikmati bersama.

Menurut Suwandi, persiapan tim telah dilakukan sejak lima hari sebelumnya di kediaman Ketua PKMJ terpilih, Suwarno, di Jalan Arimop, Tanah Merah. Lokasi tersebut menjadi titik kumpul sebelum rombongan menuju lokasi karnaval.

Karnaval HUT RI ke-81 di Boven Digoel menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat persatuan sekaligus menampilkan keberagaman budaya yang hidup di daerah tersebut.

Meski hujan mengguyur Tanah Merah sejak pagi, semangat peserta tetap terlihat hingga kegiatan berlangsung. Berbagai atraksi budaya dan kreativitas peserta menjadikan perayaan kemerdekaan tetap berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *