Pemkab Boven Digoel Minta Sopir Utamakan Keselamatan Berkendara

Berita126 Dilihat
Advertisements

Kabardigoel, Boven Digoel, 30 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Boven Digoel meminta seluruh sopir angkutan dan pengurusnya menjaga ketertiban lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dalam menjalankan aktivitas transportasi.

Imbauan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Boven Digoel Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jeffri Hanny Izaak Nirahua, saat bertemu dengan para sopir dan pengurus angkutan di Kabupaten Boven Digoel.

Jeffri juga mengapresiasi para pengurus dan sopir yang telah kembali memanfaatkan terminal sebagai lokasi aktivitas angkutan. Menurutnya, terminal merupakan fasilitas publik yang perlu dimanfaatkan secara tertib untuk mendukung penataan transportasi dan lalu lintas di wilayah Boven Digoel.

“Terima kasih kepada pengurus dan seluruh sopir yang sudah bersedia masuk kembali ke terminal. Fasilitas yang ada di sini akan menjadi perhatian pemerintah karena ini merupakan tugas pemerintah,” ujar Jeffri.

Jeffri mengingatkan para sopir agar tidak mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi maupun saling mendahului secara berbahaya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas karena setiap perjalanan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia.

“Jangan balap-balapan. Yang kalian bawa bukan hanya rupiah, tetapi juga nyawa. Nyawa tidak bisa diganti dengan rupiah,” tegasnya.

Para sopir juga diminta menghargai pejalan kaki, khususnya ketika kendaraan melintasi kampung-kampung. Menurut Jeffri, perilaku berkendara yang tidak tertib dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Selain keselamatan berkendara, Jeffri meminta para sopir menjaga persaudaraan dan kekompakan. Setiap persoalan yang berkaitan dengan aktivitas transportasi diharapkan disampaikan melalui pengurus.

Selanjutnya, pengurus dapat meneruskan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Boven Digoel atau Dinas Perhubungan untuk ditindaklanjuti.

Jeffri juga meminta seluruh anggota membuat dan menandatangani surat pernyataan untuk menaati aturan, terutama terkait larangan parkir di badan maupun pinggir jalan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Pengurus segera membuat surat pernyataan dan ditandatangani oleh seluruh anggota. Tidak lagi parkir di jalan sana, walaupun malam, karena itu mengganggu lalu lintas,” katanya.

Jeffri menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus berupaya melakukan penataan fasilitas transportasi secara bertahap. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor sehingga pemerintah membutuhkan dukungan dan kesadaran dari seluruh pihak.

Ia berharap seluruh jenis angkutan dapat kembali memanfaatkan terminal. Dengan aktivitas angkutan yang lebih tertib, pemerintah dapat melakukan penataan kawasan sehingga kegiatan perdagangan dan lalu lintas di sekitar terminal menjadi lebih teratur.

“Kalau taksi bisa masuk ke sini, pasar bisa bergerak. Tidak ada lagi yang berjualan di pinggir jalan. Kita akan coba menata satu per satu,” ujarnya.

Jeffri kembali mengingatkan para sopir agar memperhatikan keselamatan ketika memarkir kendaraan, terutama di sekitar badan dan pinggir jalan. Kondisi jalan serta aktivitas pengguna jalan lainnya harus menjadi pertimbangan untuk mencegah kecelakaan.

Ia mengajak seluruh sopir menjadikan terminal sebagai fasilitas bersama yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

“Ini terminal milik bersama. Masyarakat punya, pemerintah punya. Mari kita manfaatkan dengan baik dan bersama-sama menjaga keselamatan diri sendiri maupun saudara-saudara kita,” pungkasnya.

Kabardigoel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *